Kamis, 01 Juni 2017

Dialog MSA IPB bersama DPR RI


Setelah 8 tahun, akhirnya saya kembali lagi untuk mengunjungi gedung DPR. Jika dulu ke DPR masih dalam status siswa dalam rangka sebuah event kompetisi nasional, tapi kali ini saya berstatus mahasiswa S2 dalam sebuah kegiatan dialog interaktif bersama wakil rakyat. Bagi saya, gedung DPR lebih dari tempat melihat langsung Putri Pariwisata Indonesia, berfoto atau bertegur sapa dengan para wakil rakyat kala itu. Tapi ada kisah berkesan yang tak akan hilang dibenak hingga sekarang. Rasa haru timbul ketika menyadari bahwa Allah selalu ada cara memberikan kejutan yang tak terduga. Yaitu, kembali pada sebuah tempat yang penuh akan kenangan setelah bertahun-tahun. Alhamdulillah.
Selasa lalu (30/5/2017), sebanyak 30 orang siswa dan 2 orang dosen dari Magister Sains Agribisnis (MSA) IPB melakukan kunjungan ke DPR RI, Senayan, Jakarta. Kunjungan ini bukan bagian dari perkuliahan, tapi sebuah peluang yang ditawarkan oleh dua orang dosen MSA IPB untuk lebih banyak memperoleh pemahaman terkait mata kuliah Sistem Usaha Agribisnis dan mata kuliah Negosiasi dan Advokasi di luar kelas.  Kedua mata kuliah ini adalah mata kuliah yang berhubungan pada dan proses advokasi terutama dibidang agribisnis. Sangat menarik bukan? Bisa mendapatkan tambahan pengetahuan dan wawasan langsung dari anggota DPR RI.


Kunjungan pertama yaitu dialog interaktif bersama Pak Darori Wonodipuro. Beliau pernah menjadi Dirjen Departemen Kehutanan RI selama 10 tahun dan kini seorang anggota DPR Komisi IV Fraksi Gerindra. Dialog yang berlangsung berupa pembahasan tentang kehutanan. Beliau banyak menjelaskan fungsi hutan, perundang-undangan, kondisi hutan Indonesia saat ini dan banyak hal lainnya. Pak Darori kerap menyelipkan guyonan saat berbicara sehingga dialog santai tapi tetap serius. Beliau menjelaskan bahwa perundang-undangan yang mengatur tentang kehutanan saat ini tidak sesuai harapan karena ada kepentingan-kepentingan pihak terselubung yang “bermain” saat implementasi. Maka karena itu kebijakan pemerintah yang mengatur tentang kehutanan tidak ada yang 100% sesuai rencana.


Pada siang harinya, kami juga berdialog dengan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon. Dialog membahas tentang ketahanan pangan dan hubungannya dengan ilmu Agribisnis. Beliau mengungkapkan bahwa Agribisnis adalah bidang ilmu yang sangat dibutuhkan sekarang ini. Sistem agribisnis di Indonesia masih belum optimal dan kreatif jika dibandingkan dengan sistem agribisnis negara Thailand, Jepang dan beberapa negara lainnya. Beliau juga menambahkan bahwa infrastruktur yang digadang-gadang menjadi kendala dalam pertanian terkadang tidak tepat sasaran sehingga proyek padat modal seperti infrastruktur berimbas pada hal lain yang tak ada kaitannya dengan pembangunan pertanian. Negara Indonesia kini kini hanya masuk dalam tahap ketahanan pangan, tapi masih belum daulat pangan. Mewujudkan hal ini tentu membutuhkan banyak kerjasama yang berkesinambungan antar berbagai stakeholder. Inilah yang menjadi tujuan kunjungan kami ke DPR agar para mahasiswa magister utamanya, mendapatkan penjelasan akan peluang dan tantangan agribisnis langsung dari wakil rakyat. Mahasiwa MSA IPB juga diharapkan bisa menuliskan opininya di surat kabar terkait wawasan yang didapatkan selama kunjungan.


Sebenarnya kami juga berencana untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait teknik negosiasi dan advokasi pertanian pada hari itu. Tapi sayang, sesi berdialog dengan Fadli Zon dimulai terlalu lama dan sesi RDPU keburu selesai, rencana ini pun batal. Padahal, akan lebih menarik lagi jika bisa melihat proses RDPU berjalan. Tak apa, setidaknya kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk saya. Kapan lagi bisa berdialog langsung dengan wakil rakyat di Gedung DPR? Semoga akan ada lagi kesempatan dilain waktu. Amin [KF2/5/2017]



0 comments: