Kamis, 09 Februari 2017

Menjadi Seorang Awardee


Tidak terasa. Tepat diawal Maret nanti, saya resmi setahun menyandang predikat “awardee” LPDP. Alhamdulillah, dengan beasiswa tersebut, kini saya sedang menjalani studi semester kedua di Program Master Sains Agribisnis di IPB.  Beruntungnya lagi, saya memperoleh IP diawal semester yang cukup bagus. Sungguh ini merupakan rezeki yang dilancarkan oleh-Nya, juga berkat usaha dan doa dari orang tua  yang tak putus-putusnya.

Saya seorang anak sulung dari kedua orang tua yang berprofesi guru, meyakini bahwa pendidikan adalah segalanya dan perubahan nasib berawal dari pendidikan yang lebih baik. Terlebih lagi untuk seorang perempuan, patutnya perempuan menjadi cerdas dan berwawasan luas agar kelak mampu memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Mungkin itu juga yang menjadi alasan ayah dan ibu begitu keukeuh mendorong saya untuk mempersiapkan diri mengikuti seleksi beasiswa S2 tahun lalu. Tak hanya ingin berkuliah di dalam negeri, bahkan sebelum wisuda sarjana pun saya bermimpi mengenyam pendidikan ke luar negeri. Tapi takdir berkata lain. Kota Bogor akhirnya menjadi kota pendidikan saya untuk studi master dengan target selama 2 tahun.

Menemukan Peluang Lewat Edufair
Bagi Scholarship Hunter, LPDP tentu menjadi salah satu list beasiswa yang diincar. Masih jelas dibenak saya ketika masih sibuk mempersiapkan diri mendapatkan beasiswa, ayah pernah berkata, “Zaman sekarang ini gak susah nyari beasiswa. Beasiswa itu seperti ikan di laut. Masalahnya hanya ada di kita aja. Apa kita mampu mendapatkannya”.

Benar juga. Kini pemerintah dalam negeri maupun luar negeri memberikan peluang yang cukup besar pada masyarakat untuk mendapatkan beasiswa pendidikan. Tapi itu semua tergantung pada SDM masing-masing kita. Apakah kita benar-benar layak menjadi salah satu kriteria yang dicari.

Beberapa waktu lalu (31 Januari 2017), saya menjadi panitia pada sebuah pameran beasiswa dan pendidikan yang dilaksanakan oleh LPDP di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta. Di ajang ini, LPDP bersama universitas mitra dan beberapa penyedia layanan beasiswa lainnya melakukan “promosi”, talkshow, prediction test TOEFL-IELTS-TOEIC dan art performances. Terlibat dalam sebuah agenda besar LPDP yang dihadiri lebih dari 12.000 pendaftar merupakan sebuah kebanggaan. Bagi saya, ajang pameran pendidikan seperti Edufair ini adalah sebuah peluang yang sangat baik untuk masyarakat luas agar mengenal lebih dekat berbagai beasiswa pendidikan dan kampus ternama di penjuru dunia.

Pada acara Edufair tahun ini, saya menjadi panitia di bagian Information Desk. Saya mengira jobdesc dibagian ini tidak begitu rumit dan sibuk. Tapi pada kenyataanya, saya harus siap siaga menjawab beberapa pertanyaan dari pengunjung yang membludak dan melayani keluhan-keluhan exhibitors yang kebanyakan seorang bule.

Saat pameran berlangsung, seorang ibu bertanya pada saya, “Apakah ada beasiswa lain selain LPDP? Anak saya ingin ke Amerika”. Lalu saya menjawab, “Ada bu, untuk beasiswa ke Amerika selain LPDP, anak ibu bisa mengambil beasiswa Fulbright”. Ada sisi menarik dari pengalaman melayani ibu dan anak tersebut. Saya melihat sosok seorang ibu yang bersusah payah dan rela menemani anaknya masuk dalam kerumunan para pencari beasiswa lainnya. Orang tua yang begitu bersemangat dan menginginkan yang terbaik untuk anaknya agar mendapatkan beasiswa.

Antusias para pengunjung Edufair yang pun sangat tinggi. Kebanyakan dari mereka bertanya, “Kapan beasiswa LPDP akan dibuka kembali?”. Saya menyimpulkan peminat beasiswa LPDP begitu dinanti oleh banyak orang.

Dulu, saya pun pernah berada di dalam kerumunan orang-orang pencari beasiswa tiap kali diadakan pameran pendidikan. Berdesak-desakan, memborong leafleat informasi beasiswa dan brosur kampus luar negeri serta mengoleksi banyak goodie bag. Saya terharu karena pernah merasakan hal yang sama seperti mereka. Mencari informasi sebanyak-banyaknya adalah bagian dari preparation. Victory loves preparation.

Kebijakan Baru LPDP 2017
Sejak Februari 2017, LPDP kembali membuka pendaftaran dengan ketentuan terbaru. Ada beberapa ketentuan yang berubah dibandingkan tahun lalu. Dulu LPDP membuka pendaftaran 4 kali dalam setahun. Kini LPDP hanya membuka 2 kali. Satu kali untuk peminat studi Dalam Negeri dan satu kali untuk peminat studi Luar Negeri. Terdapat tambahan tahap seleksi Assesment Online, dan beberapa perubahan ketentuan lainnya.

Membidik beasiwa tidak lah gampang. Perlu perjuangan dan pengorbanan untuk mendapatkannya. Termasuk tenaga dan biaya. Ini yang saya rasakan ketika berusaha mendapatkan beasiswa LPDP setahun yang lalu. Saya mempersiapkan segala administrasi pendaftaran dan berusaha meningkatkan skor TOEFL.

Banyak adik-adik kelas dan teman saya begitu tergugah dengan kesempatan yang LPDP berikan. Tapi itu terasa sia-sia jika usaha yang dilakukan masih setengah-setengah. Seperti apa? Seperti masih ragu dapat meningkatkan nilai TOEFL, masih ragu memilih kampus tujuan, masih ragu untuk hidup diluar negeri, masih ragu memilih antara kuliah atau menikah, dan keraguan-keraguan lain yang menghantui.

Benar kata teman saya. Setiap fase hidup ini, kita harus punya tujuan. Dan keyakinan adalah modal dari segalanya. Usaha akan melengkapi keyakinan dan doa akan menyempurnakannya. Begitu banyak yang ingin mendapatkan beasiswa, tapi mereka tidak tahu mengapa mereka “harus” mendapatkannya.

Dalam rangka mengulang memori masa-masa perjuangan mendapatkan beasiswa hingga saya menjadi seorang perantau, saya bertekad menulis ini agar menjadi motivasi untuk para scholarship hunters. Ini juga menjadi pembelajaran bagi saya agar lebih banyak berusaha, yakin, dan bersyukur. Telah menjadi awardee bukan semata-mata menikmati beasiswa saja atau memamerkan foto-foto yang instagramable. Tapi ada beban moral yang harus dipegang teguh untuk Indonesia lebih baik. Mengabdi untuk Indonesia ketika selesai studi dan berkontribusi sebaik-baiknya untuk pembangunan daerah. Setia dengan nilai LPDP; berintegitasi, professional, bersinergi, melayani dan sempurna.

Persis juga seperti harapan Ibu Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani pada acara Welcoming Alumni pada 4 dan 6 Februari lalu. “Agar seluruh awardee LPDP merupakan bagian dari SOLUSI bagi Bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita Indonesia yang adil, makmur, beradab dan bermatabat”. Semoga seluruh awardee baik LPDP maupun awardee dari beasiswa lain menyadari bahwa mendapatkan beasiswa merupakan suatu rezeki yang patut disyukuri karena tidak semua orang diluar sana beruntung mendapatkannya [KF]

0 comments: